23 Lulusan SMK Maritim Nusantara Ditantang untuk Bekerja di Jepang

Sungai Limau–Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maritim Nusantara memulai babak baru di dunia pendidikan skill dan keahlian. 23 siswa dan siswinya, Sabtu lalu mengikuti wisuda angkatan perdana dari tiga jurusan; Teknik Kapal Penangkapan Ikan (TKPI), Komputer dan Teknik Otomotif. Hebatnya, pas diumumkan kelulusan menjelang wisuda, tak satupun dari siswa SMK yang terletak di Sungai Limau, Kabupaten Paedang Pariaman ini melakukan aksi coret-coret baju.

Kepala SMK Maritim Nusantara, Roza Marlina bersama pengurus yayasan, AS. Edi menjelaskan, pengumuman dilakukan berpasan dengan masuknya Shalat Magrib. Pengumuman selesai, semua siswa pada SMK berbasis pesantren ini langsung melakukan kewajiban dalam agama secara berjamaah, dan setelah itu makan bersama pula.

“Alhamdulillah, lulusan SMK Maritim Nusantara yang baru saja diwisuda sudah bisa mengembangkan potensinya hingga ke Jepang,” katanya, Kamis (9/5) kemarin. Menurutnya, peluang bekerja di Jepang itu lantaran adanya kerjasama yang baik antara SMK Maritim Nusantara dengan SUPM Pariaman. Tinggal lagi kemauan dari para lulusan tersebut.

Kata AS. Edi, persyaratan untuk bisa masuk ke Jepang, para lulusan saat ini harus terlebih dulu mengikuti Diklat di Politeknik Pelayaran Sumbar di Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis. “Kita diberi kuota seadanya untuk ikut Diklat, dan selanjutnya mendapatkan sertifikat internasional Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), dan Security Awareness Training (SAT), buat bekal diterima di Jepang tersebut,” ungkapnya.
Di samping itu, katanya lagi, lulusan lainnya juga bisa ikut training di Balai Latihan Kerja (BLK) Padang Pariaman. “Untuk hal ini, SMK Maritim Nusantara juga dapat kuota tersendiri setelah adanya kerjasama yang ditandatangani dulunya,” ungkapnya.

Sesuai motto SMK ini, kata AS. Edi, adalah ingin menjadikan siswanya kuat di darat dan tangguh di laut. “Sebagai sekolah perdana melahirkan lulusan yang langsung dapat panduan dari lembaga pendidikan yang telah teruji, saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), SMK Maritim Nusantara langsung pula dapat kelas mandiri alias tidak bergabung dengan sekolah lain,” ujarnya.


“Ini kita dapatkan, karena adanya kerjasama yang baik dengan Proktor Teknisi UNBK, Yendri Putra, seorang teknisi ahli yang kedalaman ilmunya tak diragukan lagi dalam soal komputer,” sebutnya.

Kehadiran SMK Maritim Nusantara di Sungai Limau, sepertinya semakian dapat sambutan bagi lulusan SMP/MTs di Padang Pariaman dan sejumlah daerah lainnya di Sumbar. “Untuk tahun ajaran baru ini, kita menyediakan tiga unit lokal baru, dan asrama sederhana untuk 45 siswa, dengan sistem pondokan, yang satu pondok itu menampung dua hingga tiga orang siswa,” kata AS. Edi.

Sementara, menyemarakan bulan Ramadhan, sebut AS. Edi, pihaknya menyediakan pebukaan dan makan sahur secara cuma-cuma buat siswa yang mengisi Ramadhan di komplek sekolah. “Artinya, selama bulan puasa para siswa betul-betul memperbanyak ibadah. Mereka tak boleh memikirkan makanan untuk buka puasa dan sahur. Semua itu sudah ada yang menanganinya,” ulas dia.

“Hal ini kita lakukan, tak terlepas dari kontribusi besar donatur tetap SMK Maritim Nusantara, Hj. Ema Yuhelma yang sangat menginginkan adanya aktivitas Ramadhan selama puasa di sekolah ini,” ujar dia. Saat wisuda, Ema Yuhelma juga menyerahkan zakatnya untuk para siswa dan guru yang mengajar di sekolah yang terletak di Korong Padang Bintungan, Nagari Kuranji Hulu tersebut. (501)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial